Selasa, 02 September 2014

3 September 2014

Tak pernah terfikirkan sebelumnya, saat saat seperti ini aKhirnya datang juga. Ketika diri sendiri merasa terlalu sepi untuk lari dari sunyi, namun terlalu enggan mencari yang mampu mendampingi. Seakan cinta didalam dada terlampau berharga untuk diberikan begitu saja. Seakan kosong didalam hati terlalu kecil untuk bisa kututupi sendiri_padahal tidak, semua bagai pura2, namun bukan begitu sebenarnya,naku hanya takut terluka, sebab segala c inta yang ku kenal, belum ada yang berakhir bahagia.

Semiris itukah cinta yang menghampiri hati, atau aku yang telah tak berhati2 menaruh hati?

Jika mencintai berarti memberi hati seutuhnya, aku tidak ingin mempertaruhkannya pada yang mahir meretakkan. Karena tidak pernah ada yang tahu telah sejauh mana aku memunguti serpihan itu satu satu. Mengumpulkannya lalu menyatukan lagi hingga sempurna, hingga tak ada luka.

Jika boleh memilih, aku ingin menggunting peta takdir. Agar tak perlu melalui banyak hati, dan langsung sampai pada pelabuhan terakhir. TPi inilah perjalanan, kaki bertugas melintasi, dan hati mempelajari apapun yang semesta beri. Sejuta tempat singgah, berkelana hingga berdiam di titik lelah, masing masing dari kita pasti akan menemukan seseorang yang bisa disebut rumah.

Bukan soal akhir, bukan soal awal, bukan bagaimana memualainya, dan bukan bagaimana caramu mengakhiri. Tapi ini tentang menjalani, bertahan, dan mendewasa dalam setiap pilihan.

Didasar hatiku pernah terletak beberapa nama. Disela-sela tiap mula ada ketakutan yang sama. Tentang hubungan yang berujung tanpa bersama. Tapi ini mungkin hanya soal bertoleransi dengan waktu. Jika sudah mendatangi, sekeras apapun kamu menolak, iya pasti akan menang telak.

Jika ini hanya perihal waktu, aku tahu, aku pintar menunggu. Namun barangkali, ini lebih dari itu. Sebab katanya, Tuhan hanya memberi sesuatu jika kita telah betul betul siap memilikinya. Mungkin saja ada yang memang betul betul siap, mungkin saja aku, mungkin saja kamu, mungkin saja entah. Memahami hal - hal semu memang tak mudah, tapi lebih baik daripada kesedihan yang salah.

Bersabarlah hati, Yakinlah, dilain hari, kita akan lebih bahagia daripada ini.

1 komentar: